Media-media yang digunakan
dalam Pembelajaran Menulis
1.Gambar sebagai media
Gerlach dan Elly (dalam Arsyad 2003: 3)
mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap
Sadiman (2002: 29) mengemukakan bahwa
gambar adalah media yang paling umum dipakai dan merupakan bahasa yang umum,
yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana serta gambar dapat mengatasi
batasan ruang dan waktu.
Dari teori di atas dapat disimpulkan
bahwa gambar seri peristiwa adalah gambar yang mempunyai urutan kejadian yang
memiliki satu kesatuan cerita. Gambar berseri juga dapat membuat siswa untuk
melatih dan mempertajam imajinasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk
tulisan. Semakin tajam daya imajinasi siswa, akan semakin berkembang pula siswa
dalam melihat membahasakan sebuah gambar.
2. Pengembangan menggunakan audio visual
(MAV)
MAV dikembangkan untuk pembelajaran menulis
kreatif puisi dengan beberapa tujuan, yaitu untuk membangun kedekatan objek
yang dimaksudkan dengan siswa serta membangun motivasi dan kreativitas siswa.
Pengembagan MAV untuk pembelajaran menulis puisi memberikan manfaat sebagaimana
diungkapkan Miarso (2007: 458-460), di antaranya: 1) media mampu memberikan
rangsangan yang bervariasi kepada otak, sehingga otak dapat bekerja secara
maksimal; 2) media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa;
3) media dapat melampaui ruang kelas; 4) media memungkinkan terjadinya
interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan; 5) media dapat menghasilkan
keragaman pengamatan; 6) media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru; 7)
media dapat membangkitkan motivasi belajar; 8) media memberikan pengalaman
secara menyeluruh, baik yang abstrak maupun kongkrit.
3. Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar
yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
a. Guru menyampaikan
kompetensi yang ingin dicapai.
b. Menyajikan materi sebagai
pengantar.
c. Guru menunjukkan/
memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d. Guru menunjuk/ memanggil siswa
secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang
logis.
e. Guru menanyakan alasan/
dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
f. Dari alasan/ urutan gambar
tersebut guru memulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai.
1. Pilihan
Media Tradisional
a. Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi tak
tembus pandang, proyeksi overhead, slide, (filmstrips).
b. Visual yang tak diproyeksikan (gambar,
poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan bulu/flanel)
c. Audio (rekaman piringan hitam dan pita
kaset)
d. Penyajian multimedia (slide plus suara,
paduan gambar-suara, dan multi image)
e. Visual dinamis yang diproyeksikan (film,
televisi, video).
f. Cetak (buku teks, modul, teks
terprogram, buku kerja, majalah berkala, lembaran lepas atau hand-out).
g. Permainan (teka-teki, simulasi, permainan
papan).
h. Realia (model, specimen/contoh,
manipulatif (peta, globe, boneka).
2. Pilihan
Media Teknologi Mutakhir
a. Media berbasis telekomunikasi (teleconference
dan telelecture)
b. Media berbasis mikroprosesor (
pembelajaran berbantuan komputer, permainan komputer, pembelajaran interaktif, hypermedia,
dan compact video disc).
Pengelompokan media yang banyak dianut oleh para
pengelola pendidikan adalah seperti yang disampaikan oleh Kemp dan Dayton
(1985). Oleh mereka, media dikelompokkan dalam delapan jenis, yaitu:
Media cetak,
Media pajang,
Overhead transparacies (OHT) dan Overhead
Projector (OHP),
Rekaman audiotape,
Slide dan filmstrip,
Penyajian multi-image,
Rekaman video dan film, dan
Komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar