Selasa, 21 Juni 2016

Media dalam Pembelajaran Menulis



Media-media yang digunakan dalam Pembelajaran Menulis

1.Gambar sebagai media
Gerlach dan Elly (dalam Arsyad 2003: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap
Sadiman (2002: 29) mengemukakan bahwa gambar adalah media yang paling umum dipakai dan merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana serta gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
Dari teori di atas dapat disimpulkan bahwa gambar seri peristiwa adalah gambar yang mempunyai urutan kejadian yang memiliki satu kesatuan cerita. Gambar berseri juga dapat membuat siswa untuk melatih dan mempertajam imajinasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Semakin tajam daya imajinasi siswa, akan semakin berkembang pula siswa dalam melihat membahasakan sebuah gambar.
2. Pengembangan menggunakan audio visual (MAV)
MAV dikembangkan untuk pembelajaran menulis kreatif puisi dengan beberapa tujuan, yaitu untuk membangun kedekatan objek yang dimaksudkan dengan siswa serta membangun motivasi dan kreativitas siswa. Pengembagan MAV untuk pembelajaran menulis puisi memberikan manfaat sebagaimana diungkapkan Miarso (2007: 458-460), di antaranya: 1) media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak, sehingga otak dapat bekerja secara maksimal; 2) media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa; 3) media dapat melampaui ruang kelas; 4) media memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan; 5) media dapat menghasilkan keragaman pengamatan; 6) media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru; 7) media dapat membangkitkan motivasi belajar; 8) media memberikan pengalaman secara menyeluruh, baik yang abstrak maupun kongkrit.

3. Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
a.    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.   Menyajikan materi sebagai pengantar.
c.    Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d.   Guru menunjuk/ memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
e.    Guru menanyakan alasan/ dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
f.    Dari alasan/ urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

1. Pilihan Media Tradisional
a.   Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi tak tembus pandang, proyeksi overhead, slide, (filmstrips).
b.   Visual yang tak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan bulu/flanel)
c.   Audio (rekaman piringan hitam dan pita kaset)
d.  Penyajian multimedia (slide plus suara, paduan gambar-suara, dan multi image)
e.   Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televisi, video).
f.    Cetak (buku teks, modul, teks terprogram, buku kerja, majalah berkala, lembaran lepas atau hand-out).
g.   Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan).
h.   Realia (model, specimen/contoh, manipulatif (peta, globe, boneka).
2. Pilihan Media Teknologi Mutakhir
a.   Media berbasis telekomunikasi (teleconference dan telelecture)
b.   Media berbasis mikroprosesor ( pembelajaran berbantuan komputer, permainan komputer, pembelajaran interaktif, hypermedia, dan compact video disc).
Pengelompokan media yang banyak dianut oleh para pengelola pendidikan adalah seperti yang disampaikan oleh Kemp dan Dayton (1985). Oleh mereka, media dikelompokkan dalam delapan jenis, yaitu:
Media cetak,
Media pajang,
Overhead transparacies (OHT) dan Overhead Projector (OHP),
Rekaman audiotape,
Slide dan filmstrip,
Penyajian multi-image,
Rekaman video dan film, dan
Komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar