Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Semester2 Kelas 7
BAB 9
MEMAHAMI WACANA LISAN MELALUI KEGIATAN
WAWANCARA
v Pengertian Wawancara
Bentuk
percakapan dengan maksud tertentu antara 2 pihak
yaitu,pewawancara&narasumber.
v Langkah-langkah Yang Perlu Dilakukan Dalam
Wawancara antara lain:
1.Menyiapkan
pertanyaan.
2.Alat
perekam.
3.Alat
tulis.
4.Membuat
kespakatan oleh narasumber.
v Hal Utama agar kita dapat menyimulkan pendapat
narasumber berdasarkan wawancara adalah
1)
Mendengarkan
pendapat narasumber dengan cermat.
2)
Mencatat
hal-hal penting yang dikemukakan narasumber.
3)
Membuat
kesimpulan.
Contoh:
(P):Sebenarnya
apa sih Bullying itu,Bu?
(N):Bullying
itu adalah perilaku semacam yang kuat menekan yang lebih lemah.Ini dapat
dilihat dari bentuk-bentuk penekanan,bahkan penyiksaan dari kakak kelas kepada
adik kelas.Ya, bentuk perlakuannya dapat fisik maupun psikis.
Kesimpulan:
Billying
adalah perilaku semacam yang kuat(senior) menekan yang lebih lemah(junior).
Mengungkapkan
Pikran ,Perasaan,Informasi,&Pengalaman Melalui Kegiatan Menanggapi Cerita
Dan Bertelepon
Ø Menceritakan Tokoh Idola Dengan Mengemukakan
Identitas dan Keunggulan Tokoh,Serta Alasan Mengidolakan Dengan Pilihan Kata
Yang Sesuai.
·
Pengertian
tokoh idola:Orang yang terkemuka kenamaan dan mampu menjadi panutan/teladan
bagi orang lain.
v Dalam menceritakan seorang tokoh yang menjadi
idola yang perlu diceritakan adalah:
1)
Menyebutkan
nama tokoh dan identitas lain secara lengkap.
2)
Menyebutkan
prestasi/kelebihan yang telah diraih sang idola.
3)
Memberikan
alsan yang tepat mengapa mengidolakannya.
v Langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk
dapat menceritakan seorang tokoh yang baik antara lain:
1)
Mencari
data-data tentang tokoh idolamu(riwayat hidup,keistimewaannya,dan prestasinya)
2)
Menulis
satu tema yang paling yang paling menarik mengenai tokoh idolamu,dpt berupa
kerjakerasnya prestasinya dll.
3)
Tambahkan
komentar tentang tokoh idolamu tersebut
4)
Gunakan
bahasa yang baik dan benar
v Informasi yang utama dalam menulis riwayat
hidup seseorang tokoh adalah:
- Nama jelas
- Tempat,tanggal lahir
- Nama orang tua
- Pendidikan
- Prestasi
- Karya-karyanya
- Ide-idenya
- Sikap dan tindakannya
Contoh:
Lionel
Messi, adalah pesepakbola hebat asal Argentina yang kini membela Klub asal
Spanyol Barcelona. Tidak bisa dipungkiri, pemain yang akrab disapa Leo ini,
adalah salah satu pemain terbaik di dunia saat ini, hal itu dibuktikannya
dengan meraih penghargaan sebaik Pemain Terbaik Dunia 2010. Lionel Messi memang
tidak memiliki postur ideal sebagai pesepakbola Internasonal, namun pemain yang
dijuluki The Next Maradona ini, memiliki kelincahan yang membuat dirinya susah
untuk dihadang oleh bek lawan. Messi memulai karir sepakbolanya di Newell's Old
Boys, dan hingga sekarang bermain untuk Barcelona.
Ø Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan
bahasa yang santun
v Pengertian Bertelepon:Kegiatan komunikasi
jarak jauh.
v Cara Bertelepon yang efektif dan santun
1)
Ucapkan
salam pembuka seperti halo/bentuk salam yang lain misalnya:Assalamu’alaikum.
2)
Sebutkan
nama dan tujuan kita bertelepon.
3)
Dalam
melakukan pembicaraan,lakukan dengan menggunakan kata-kata yang hormat,tetapi
jelas dan mudah dipahami.
4)
Gunakan
kata-kata dan bahsa yang santun apalagi jika yang dituju adalah orang yang
lebih tua.
5)
Akhiri
pembicaraan dengan ucapan terima kasih,boleh juga dengan salam penutup.
Bab
11
Memahami Wacana Tulis Melalui Kegiatan Membaca Intensif&Memindai
v Pengertian Membaca Intensif:Membaca dengan
secermat-cermatnya,sungguh-sungguh,&mendalam.
v Pengertian Gagasan Utama:Pokok persoalan yang
dibicarakan dalam sebuah pragraf.
Gagasan
utama dapat ditemukan dalam kalimat utama yang terletak dalam paragraf,dapat
terletak di awal,di akhir, atau diawal & akhir paragraf.
Ø Menemukan informasi secara cepat dari
tabel/diagram yang dibaca
- Pengertian tabel:daftar berisi ikhtisar sejumlah
data,berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara sistimatis.
- Pengertian diagram:Gambaran untuk menerangkan
sesuatu.
- Manfaat tabel&diagram:Memberikan informasi
dalam bentuk penyajian yang singkat.
Contoh:
Daftar Peserta Pembuatan Seragam JFC
|
NO
|
NAME
|
NUMBER
|
POSITION
|
SIZE
|
|
1
|
ALFIAN
|
24
|
PEMAIN
|
L
|
|
2
|
FRENDI
|
11
|
PEMAIN
|
L
|
|
3
|
IRFAN
|
10
|
PEMAIN
|
S
|
|
4
|
BINTANG
|
9
|
PEMAIN
|
S
|
|
5
|
ANGGER
|
17
|
PEMAIN
|
S
|
|
6
|
EGAR
|
19
|
PEMAIN
|
S
|
|
7
|
IAN
|
22
|
PEMAIN
|
M
|
|
8
|
DIKA
|
21
|
PEMAIN
|
M
|
|
9
|
WAHYU
|
13
|
PEMAIN
|
M
|
|
10
|
FREDO
|
14
|
PEMAIN
|
M
|
|
11
|
EMIR
|
27
|
PEMAIN
|
S
|
|
12
|
DIMAS
|
23
|
PEMAIN
|
S
|
|
13
|
DECKY.F
|
2
|
PEMAIN
|
L
|
|
14
|
ALWI
|
15
|
PEMAIN
|
L
|
|
15
|
IRWANSYAH
|
7
|
PEMAIN
|
L
|
|
16
|
EDO
|
8
|
PEMAIN
|
L
|
|
17
|
UJANG
|
12
|
KIPPER
|
M
|
|
18
|
YONGKI
|
1
|
KIPPER
|
M
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ø Cara Membaca Tabel&Diagram adalah:
- Cermati Judulnya.
- Cermati keterangan/penjelasan yang ada di
atas,bawah,atau di sisinya,kerena merupakan penjelasan dari data-data yang
disajikan oleh tabel/diagram tersebut.
Bab 12
Mengucapkan
berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat.
Ø Mengubah teks wawancara menjadi narasi dengan
memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tidak langsung.
v Pengertian Wawancara
Bentuk
percakapan dengan maksud tertentu antara 2 pihak
yaitu,pewawancara&narasumber.
v Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam
wawancara antara lain:
- Menyiapkan materi pertanyaan.
- Alat perkam.
- Alat tulis.
- Membuat kesepakatan dengan narasumber.
v Hal Utama agar kita dapat menyimulkan pendapat
narasumber berdasarkan wawancara adalah:
1)
Mendengarkan
pendapat narasumber dengan cermat.
2)
Mencatat
hal-hal penting yang dikemukakan narasumber.
3)
Membuat
kesimpulan.
v Untuk dapat berwawancara dengan baik hal yang
harus diperhatikan adalah:
1)
Membuat
daftar pertanyaan.
2)
Melakukan
wawancara dengan sopan dan baik.
3)
Mencatat
pokok-pokok wawancara.
4)
Merangkum
dan menyampaikan hasil wawancara.
v Menuliskan hal-hal penting yang dikemukakan
narasumber dalam wawancara:
1)
Mendengarkan
baik-baik wawancara tersebut.
2)
Mencatat
topik-topik narasumber.
3)
Mencatat
hal-hal penting yang dikemukakan narasumber.
4)
Menanyakan
kembali hal-hal yang kurang dipahami.
Contoh:
Membangun Community of
Knowledge Lewat 3G
Keberadaan teknologi 3G sebagai
sarana komunikasi di Indonesia merupakan terobosan baru. Selain untuk
menelepon, teknologi 3G berguna untuk memperoleh informasi, entertainmen, atau
sebagai mobile office. Simaklah wawancara dengan pakar komunikasi dan
telematika, Roy Suryo berikut! Mintalah dua temanmu untuk membacakannya secara
bergantian!
P : Sejak kapan menekuni bidang
komunikasi dan telematika, dan mengapa memutuskan total di bidang ini?
N : Memang hobi dari dulu. Kalau
hobi mengoprek (mengutak-atik) permainan elektronik sejak SMP, bahkan di SD
sudah mulai. Tapi belum terbina dan terdidik seperti sekarang. Semakin lama
saya ikuti, semakinmenyenangkan. Dari hobi itu, ternyata, saya tahu teknologi
membuat hidup lebih nyaman. Kenyataan begitu,. teknologi saya ikuti sebagai
bagian dari kehidupan.
P : Bagaimana Anda melihat teknologi komunikasi dan telematika Indonesia saat ini, terutama dengan hadirnya 3G?
P : Bagaimana Anda melihat teknologi komunikasi dan telematika Indonesia saat ini, terutama dengan hadirnya 3G?
N : Teknologi Indonesia berkembang
kadang-kadang lebih cepat dari sosialisasi, edukasi, bahkan hukumnya. Oleh
karena itu, kadang timbul gesekan-gesekan atau friksi negatif. Itu kemudian
yang membuat saya semakin konsen terlibat di dalamnya. Kita gunakan 3G untuk
kehidupan yang lebih baik, misalnya untuk hal agamis. Road show ke
kampus-kampus ini juga mengajak masyarakat menggunakan fasilitas yang ada
secara positif. Kita bisa manfaatkan, jangan hanya untuk konsumsi. Tapi juga
untuk yang produksi.
P : Apakah dampak negatif lain
dari 3G? Kesehatan, lingkungan, atau mungkin kriminalisasi?
N : Pertanyaan ini selalu muncul.
Semua perangkat ini memancarkan sinyal. Tentu semua ada ukurannya, ada ambang batasnya.
Di Amerika, ada FCC (Federal Communication Commission) yang menguji kelayakan
produk elektronik. Kalau dampak negatifnya besar, pasti ditarik. Cuma, ada
orang tertentu yang peka dengan radiasi sinyal. Tanpa HP pun, bisa kena kanker
otak. Untuk mereka yang punya kreativitas, perlu dibina. Makanya, daripada
ngoprek yang kriminal, disalurkan
ke operator saja. Kita libatkan dan kita gali kreasinya.
ke operator saja. Kita libatkan dan kita gali kreasinya.
P : Solusi atau dampak negatif
yang muncul?
N : Solusinya agak sulit kalau
teknologi hanya dilawan dengan teknologi saja. Tapi dengan faktor-faktor
nonteknis, seperti sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Bahkan, juga hukum
yang dapat memayungi teknologi. Teknologi tak bisa dibendung karena cepat
sekali berkembang. Sementara adaptasi masyarakat terhadap teknologi
berbeda-beda. Kita menciptakan komunitas yang berbasis ilmu pengetahuan hi-tech
dengan adanya 3G. Saya sampaikan di tiap tempat bahwa teknologi itu jangan
ditolak. Teknologi jangan dilawan, tapi dimanfaatkan sebaik-baiknya.
P : Siapa yang berperan terhadap
baik-buruknya teknologi?
N : Semua punya keterlibatan dalam
perkembangan teknologi. Mulai operator, vendor, tokoh-tokoh masyarakat, media,
dan juga masyarakat itu sendiri. Semua punya kontribusi. Tetapi, kalau ada yang
"lari" duluan atau lebih cepat dibanding yang lain, hal itu kadang
membuat tidak seimbang. Mari menciptakan komunitas knowlwdge. Dari komunitas
ini, kita punya ide dan harapan yang dapat dikembangkan bersama. Ajak
masyarakat untuk ngobrol dan kita masukkan kajian-kajian teknologi.
Sumber Media Halo, Edisi April 2007, (dengan pengubahan).
Sumber Media Halo, Edisi April 2007, (dengan pengubahan).
Bentuk
Narasinya :
Membangun Community of Knowledge Lewat 3G
Keberadaan teknologi 3G sebagai
sarana komunikasi di Indonesia merupakan terobosan baru. Selain untuk
menelepon, teknologi 3G berguna untuk memperoleh informasi, entertainment, atau
sebagai mobile office.
Roy Suryo mulai menyukai bidang
komunikasi dan telematika sejak SD. Memang hobi dari dulu. Kalau hobi mengoprek
(mengutak-atik) permainan elektronik sejak SMP, bahkan di SD sudah mulai. Tapi
belum terbina dan terdidik seperti sekarang. Semakin lama saya ikuti, semakin
menyenangkan. Dari hobi itu, ternyata, saya tahu teknologi membuat hidup lebih
nyaman. Kenyataan begitu,. teknologi saya ikuti sebagai bagian dari kehidupan.
Baginya teknologi Indonesia
berkembang kadang-kadang lebih cepat dari sosialisasi, edukasi, bahkan
hukumnya. Oleh karena itu, kadang timbul gesekan-gesekan atau friksi negatif.
Itu kemudian yang membuat saya semakin konsen terlibat di dalamnya. Kita
gunakan 3G untuk kehidupan yang lebih baik, misalnya untuk hal agamis. Road
show ke kampus-kampus ini juga mengajak masyarakat menggunakan fasilitas yang
ada secara positif. Kita bisa manfaatkan, jangan hanya untuk konsumsi. Tapi
juga untuk yang produksi.
Semua perangkat ini memancarkan
sinyal. Tentu semua ada ukurannya, ada ambang batasnya. Di Amerika, ada FCC
(Federal Communication Commission) yang menguji kelayakan produk elektronik.
Kalau dampak negatifnya besar, pasti ditarik. Cuma, ada orang tertentu yang
peka dengan radiasi sinyal. Tanpa HP pun, bisa kena kanker otak. Untuk mereka
yang punya kreativitas, perlu dibina. Makanya, daripada ngoprek yang kriminal,
disalurkan ke operator saja. Kita libatkan dan kita gali kreasinya. Solusi atau
dampak negatif yang muncul? Solusinya agak sulit kalau teknologi hanya dilawan
dengan teknologi saja. Tapi dengan faktor-faktor nonteknis, seperti sosialisasi
dan edukasi ke masyarakat. Bahkan, juga hukum yang dapat memayungi teknologi.
Teknologi tak bisa dibendung karena cepat sekali berkembang. Sementara adaptasi
masyarakat terhadap teknologi berbeda-beda. Kita menciptakan komunitas yang
berbasis ilmu pengetahuan hi-tech dengan adanya 3G. Saya sampaikan di tiap
tempat bahwa teknologi itu jangan ditolak. Teknologi jangan dilawan, tapi
dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Semua pihak memiliki keterlibatan
dalam perkembangan teknologi. Mulai operator, vendor, tokoh-tokoh masyarakat,
media, dan juga masyarakat itu sendiri. Semua punya kontribusi. Tetapi, kalau
ada yang "lari" duluan atau lebih cepat dibanding yang lain, hal itu
kadang membuat tidak seimbang. Mari menciptakan komunitas knowlwdge. Dari
komunitas ini, kita punya ide dan harapan yang dapat dikembangkan bersama. Ajak
masyarakat untuk ngobrol dan kita masukkan kajian-kajian teknologi. Sumber Media
Halo, Edisi April 2007, (dengan pengubahan).
Ø Menulis Pesan Singkat Sesuai Isi Dengan
Menggunakan Kalimat Efektif Dan Bahasa Yang Santun.
v Pengertian memo
Salah satu
bentuk komunikasi yang berbentuk tulisan singkat dengan menggunakan bahasa yang
sopan,santun,dan bagus.
· Pesan dapat disampaikan baik secara langsung
maupun tidak langsung.
v Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis memo
adalah:
1)
Tulislah
dengan jelas kepada siapa pesan itu ditunjukkan.
2)
Tulislah siapa
yang membuat pesan tersebut.
3)
Tulislah
pesan dengan bahasa yang sopan.
4)
Tulislah
pesan dengan kalimat yang efektif /singkat mudah dipahami.
v Aturan penulisan sebagai berikut:
1)
Huruf
awal kata sapaan ditulis dengan huruf besar.
Contoh:Kak,tolong
buatkan susu,dong!
2)Apabila
diikuti nama diri,sapaan dapat ditulis lengkap.
Contoh:Silahkan dimakan,Bapak Wisnu!
3)Bentuk
sapaan singkat dapat dipakai jika tidak disertai nama diri.
Contoh:Kamu kelas berapa,Dik?
4)Bentuk
sapaan ditulis dengan diikuti tanda koma(,).
Contoh:Bu,tadi Ibu darimana?
Bab 13
Memahami
Bacaan puisi
Ø Menanggapi Cara Pembacaan Puisi
·
Menanggapi
cara pembacaan puisi berarti Menilai terhadap pembacaan sebuah puisi.
v Hal-hal yang perlu dicermati/dinilai dalam
pembacaan puisi antara lain adalah:
A.
Penghayatan:pemahaman
terhadap isi puisi.
B.
Pelafalan(artikulasi):jelas-tidaknya
pengucapan kata-katanya.
C.
Intonasi:tinggi-rendahnya
suara,panjang-pendeknya suara,naik-turunnya irama pembacaan.
D.
Mimi/ekspresi:Gerak-gerik
tubuh&raut wajah dalam mengungkapkan isi puisi.
E.
Volume
suara:Terdengar/tidaknya suara si pembaca puisi
Contoh:Pembacaan puisi oleh Ani,menurut saya
,penghayatannya bagus.Mimik dan ekspresi wajah pun sudah sangat baik.Sayangnya
,volume suaranya kurang jelas terdengar,apalagi untuk teman-teman yang duduk di
belakang.Selain itu,dalam bait kedua ,ada kata yang pelafalannya kurang tepat
Ø Merefleksi isi puisi yang dibacakan
· Merefleksi adalah mencerminkan kata atau
ucapan seseorang. Merefleksi isi puisi ialah mencerminkan kata-kata yang
terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami makna puisi
Merefleksikan puisi berarti
mengungkapkan isi puisi kedalam bentuk prosa.
Makna atau isi puisi seringkali
disampaikan secara tersirat dan bukan secara terang-terangan. Terkadang seorang
penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam
menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit
untuk dipahami. Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah.
Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan
atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang
berbelit-belit.
Dalam memahami makna puisi
diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa
yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa sehari-hari dengan pemilihan
kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat.
CITRAAN PUISI
Citraan adalah cara membentuk
citra mental pribadi (penyair), atau gambaran sesuatu. Setiap gambaran itu
disebut citra atau imaji.
Citraan itu bermacam-macam,
dihasilkan oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan
penciuman. Dapat juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.
Di bawah ini disertakan beberapa
contoh citraan,
...............................................................
Angin berhembus bertahun-tahun
Daun berbisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
(Y.E.Tatengkeng)
Di dalam puisi di atas terdapat
citra perasa terdapat pada larik pertama “berhembus”, pada larik kedua terdapat
citra pendengaran “daun berbisik”, pada larik ketiga dan keempat terdapat citra
penglihatan.
Bab 14
Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan cerpen
Ø Menaggapi cara pembacaan cerpen
v Pengertian Menaggapi cara pembacaan cerpen
Membuat
penilaian terhadap pembacaan cerpen yang dilakukan oleh seorang / beberapa
orang pembacanya.
v Hal-hal yang perlu dicermati/dinilai dalam
pembacaan cerpen antara lain adalah:
1.
Penghayatan:pemahaman
terhadap isi puisi.
2.
Pelafalan(artikulasi):jelas-tidaknya
pengucapan kata-katanya.
3.
Intonasi:tinggi-rendahnya
suara,panjang-pendeknya suara,naik-turunnya irama pembacaan.
4.
Mimik/ekspresi:Gerak-gerik
tubuh&raut wajah dalam mengungkapkan isi puisi.
5.
Volume
suara:Terdengar/tidaknya suara si pembaca cerpen.
6.
Jeda:pemberhentian
sementara.
7.
Gestur/kinesik:geraknya
anggota tubuh yang mendukung cerita.
Ø Menjelaskan Hubungan Latar suatu Cerpen dengan
Realitas Sosial
Dalam
pelajaran lalu telah dijelaskan bahwa cerpenmerupakan cerita pendek yang
bersifat rekaan tetapi logis ataumasuk akal. Supaya logis maka cerpen dibangun
dari beberapaunsur yaitu plot (alur), tokoh, suasana, latar (setting),
sudutpandang, dan gaya pengarang dalam bercerita.Pada pelajaran kali ini,
kalian akan belajar tentang hubunganlatar cerpen dan realitas sosial. Artinya,
latar atau setting itumerupakan gambaran keadaan sosial yang terjadi pada waktu
itu.Perhatikan contoh berikut ini!
Busku
Sayang, Busku yang Malang
Bus
kota merupakan alat transportasi utama bagiku, sebabhanya itulah kendaraan
satu-satunya yang melewatisekolahku. Pagi itu, seperti biasa aku berjuang
setengah matiuntuk berebut masuk ke dalamnya. Sudah bukan hal yangasing lagi
kalau masuk bus baju rapi, keluar bus jadi lecek.Kepalaku sudah biasa beradu
dengan benda lain, entah kaca jendela, besi pegangan, tas bawaan, atau
kepala orang lain
Dari contoh
tersebut dapat dicermati latar/setting yang ada.Latar /setting yang ada
dikaitkan dengan keadaan sosial padawaktu itu bahwa masyarakat kecil/masyarakat
yang statusekonominya kurang mampu lebih banyak menggunakanangkutan umum. Salah
satu angkutan umum itu adalah buskota. Ternyata naik bus kota memerlukan
perjuangan tersendiri.Hal itu merupakan gambaran sosial yang dihadapi
olehmasyarakat kelas bawah.
Bab
15
Memahami
Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi dan Buku Cerita Anak
Ø Membaca Indah Dengan Menggunakan
Irama,volume,mimik,kinesik,yang sesuai dengan Isi Puisi
Membaca indah puisi berarti menyajikan
puisi agar dapat dinikmati dengan indah pula oleh orang-orang yang
mendengarkannya.
v Cara membacakan puisi yang baik:
- Bersikaplah tenang dan wajar.
- Bacakan puisi sesuai perasaan /suasana dari
puisi.
- Gunakan mimik dan gestur yang sesuai dengan
puisinya.
- Sesuaikan volume suara dengan tempat pembacaan
puisi dan jumlah pendengarnya.
- Aturlah tempo lambat atau cepatnya pembacaan.
Ø Menemukan realitas kehidupan anak yang
terefleksi dalam buku cerita anak.
Dalam menemukan realitas kehidupan
yang terefleksi dalam buku cerita anak ,sebaiknya kamu membaca terlebih dahulu
secara keseluruhan buku cerita tersebut.Pada saat kamu membacanya ,catatlah
unsur intrinsik yang terdiri ats tema,tokoh dan perwatakan,alur,sudut
pandang,dan pesan/amanat..
Bab 16
Mengungkapkan
Keindahaan Alam dan Pengalaman Melalui kegiatan Menulis Kreatif Puisi
Kemampuan menulis puisi sebenarnya
termasuk jenis keterampilan.Seperti keterampilan lain ,untuk mampu menulis
puisipun kita harus banyak berlatih.Dengan demikian jika rajin berlatih,kita
akan terampil menulis puisi.
v Cara menulis puisi:
1.
Menentukan
tema
Tema
dalah pokok pikiran yang mendasari puisi.Menentukan tema sebuah puisi ,sama
halnya dengan
mencari
inspirasi.Inspirasi adalah ilham/ide kreatif awal penulisan puisi.
2.Mengembangkan
tema
Setelah temanya ditentukan/didapat
,kembangkanlah tema tersebut
.Maksudnya mengembangkan tema adalah menetapkan
hal-hal apa yang akan dikemukakan dalam puisi itu.Jadi,kita
harus melakukan pengamatan terhadap objek tema
puisi kita.
3)Melakukan
pilhan kata
Untuk menulis puisi dan menuangkan gagasan
,kita harus memilih kata yang
cermat dan tepat.Pilihan kata yang tepat akan
menghasilkan ranmgkaian kata yang indah dalam puisi.Termasuk
dalam aspek pemilihan kata ini adalah kemampuan
menggunakan majas secara efektif.
Contoh
puisi bertema keindahan alam:
ANGIN
LAUT
by Kuntowijoyo
by Kuntowijoyo
Perahu
yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.
dikutip : http://alfiantku.blogspot.co.id/2013/03/ringkasan-materi-bahasa-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar