Materi
Paragraf Naratif
Pengertian Paragraf Naratif
Paragraf naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri
atas kumpulan yang disusun secara kronologis ( menurut urutan waktu) sehingga
menjadi suatu rangkaian.
Jenis-jenis pola pengembangan
1.
Pengembangan
gagasan pola urutan waktu.
Urutan waktu
disebut pula pola kronologis.dalam pola ini kejadian kejadian yang diceritakan
disampaikan dengan urutan waktu. Misalnya : dari pagi hingga pagi lagi, dari
zaman dahulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan
sebagainya.
2.
Pengembangan
gagasan pola urutan tempat.
Pola pengembangan gagasan urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasan dimulai dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Pola pengembangan gagasan urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasan dimulai dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Ciri-Ciri
Paragraf Naratif
Berupa cerita
tentang sebuah peristiwa.
Paragraf
naratif menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
Dirangkai dalam
urutan waktu secara kronologis. ( orientation, klimaks dan resolution).
Memiliki
unsur-unsur utama seperti tokoh, latar, konflik dan sudut pandang pengarang.
Memiliki nilai estetika.
Langkah-langkah
Mendaftar
topik-topik yang akan dikembangkan menjadi paragraf naratif.
Menyusun
kerangka paragraf naratif berdasarkan topik-topik itu dengan pola kronologis.
Mengembangkan
kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.
Menyunting
paragraf dengan memperhatikan kebenaran isinya, ketepatan pola atau susunannya,
serta ejaannya.
Contoh paragraf
naratif
1.
Pergilah Adi ke
pasar menggunakan sepeda bututnya, sesampainya di pasar dibelilah
kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sakit-sakitan. Setelah
semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda tuanya menuju rumahnya yang
hanya berupa gubuk di pinggir sungai.
Dari contoh paragraf narasi diatas, tokoh bernama Adi di ceritakan
mmengalami peristiwa, yakni pergi kepasar, membeli belanjaan, dan pulang dari
pasar. Tiga peristiwa ini runtut atau berbentuk kronologi.
2.
Pagi yang cerah
bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek
menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke
seluruh isi hutan,. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara
hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.
Contoh paragraf narasi diatas menceritakan Lyla bersama sang kakek
berangkat menuju hutan, kemudian di tengah perjalanan Lyla kagum melihat seisi
hutan, dan di akhir di ceritakan saat mereka sampai di tengah hutan Lyla takut
dengan suara-suara hewan hutan.
Pengertian Konjungsi
Konjungsi menjadi unsur yang sangat penting dalam pembentukan
wacana termasuk dalam karangan, karena dengan hadirnya konjungsi yang tepat
maka hubungan antar klausa atau kalimat menjadi padu serta logis sehingga
proposisi atau ide yang di sampaikan menjadi mudah dipahami.
Pengunaan konjungsi
Konjungsi
koordinatif
Menghubungkan dua atau lebih unsur(termasuk kalimat)
Contoh : dan, serta, atau,
tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
Konjungsi
korelatif
Menghubungkan dua atau lebih unsur(tidak termasuk kalimat)
Contoh : baik...maupun, tidak hanya...tetapi juga,
demikian...sehingga.
·
Konjungsi
subordinatif
menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama.
menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama.
·
Konjungsi antar
kalimat
merangkai dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.
merangkai dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar