Selasa, 21 Juni 2016

Paragraf Naratif



Materi Paragraf Naratif

Pengertian Paragraf Naratif

Paragraf naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun secara kronologis ( menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian.

Jenis-jenis pola pengembangan

1.      Pengembangan gagasan pola urutan waktu.
Urutan waktu disebut pula pola kronologis.dalam pola ini kejadian kejadian yang diceritakan disampaikan dengan urutan waktu. Misalnya : dari pagi hingga pagi lagi, dari zaman dahulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan sebagainya.

2.      Pengembangan gagasan pola urutan tempat.
Pola pengembangan gagasan urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasan dimulai dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Ciri-Ciri Paragraf Naratif
  Berupa cerita tentang sebuah peristiwa.
  Paragraf naratif menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  Dirangkai dalam urutan waktu secara kronologis. ( orientation, klimaks dan resolution).
  Memiliki unsur-unsur utama seperti tokoh, latar, konflik dan sudut pandang pengarang.
  Memiliki nilai estetika.

Langkah-langkah
  Mendaftar topik-topik yang akan dikembangkan menjadi paragraf naratif.
  Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan topik-topik itu dengan pola kronologis.
  Mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.
  Menyunting paragraf dengan memperhatikan kebenaran isinya, ketepatan pola atau susunannya, serta ejaannya.

Contoh paragraf naratif
1.      Pergilah Adi ke pasar menggunakan sepeda bututnya, sesampainya di pasar dibelilah kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sakit-sakitan. Setelah semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda tuanya menuju rumahnya yang hanya berupa gubuk di pinggir sungai.

Dari contoh paragraf narasi diatas, tokoh bernama Adi di ceritakan mmengalami peristiwa, yakni pergi kepasar, membeli belanjaan, dan pulang dari pasar. Tiga peristiwa ini runtut atau berbentuk kronologi.

2.      Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh isi hutan,. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Contoh paragraf narasi diatas menceritakan Lyla bersama sang kakek berangkat menuju hutan, kemudian di tengah perjalanan Lyla kagum melihat seisi hutan, dan di akhir di ceritakan saat mereka sampai di tengah hutan Lyla takut dengan suara-suara hewan hutan.
Pengertian Konjungsi
Konjungsi menjadi unsur yang sangat penting dalam pembentukan wacana termasuk dalam karangan, karena dengan hadirnya konjungsi yang tepat maka hubungan antar klausa atau kalimat menjadi padu serta logis sehingga proposisi atau ide yang di sampaikan menjadi mudah dipahami.


Pengunaan konjungsi
  Konjungsi koordinatif
Menghubungkan dua atau lebih unsur(termasuk kalimat)
 Contoh : dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
  Konjungsi korelatif
Menghubungkan dua atau lebih unsur(tidak termasuk kalimat)
Contoh : baik...maupun, tidak hanya...tetapi juga, demikian...sehingga.
·         Konjungsi subordinatif
menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama.
·         Konjungsi antar kalimat
merangkai dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar