MENGAPA MANUSIA PERLU DIDIDIK ?
Mengapa
Manusia Perlu Dididik ?
1. Manusia harus dididik, karena manusia lahir dalam keadaan tak berdaya, lahir
tidak langsung dewasa dan merupakan makhluk social yang membutuhkan
interaksi dengan orang lain.
2. Manusia dapat di didik karena manusia dapat memiliki, memperbaiki
2. Manusia dapat di didik karena manusia dapat memiliki, memperbaiki
dan mengembangkan hati nurani, perasaan, nilai-nilai atau norma susila yang
dapat
membedakan dirinya dengan makhluk lain. Pendidikan akan di alami manusia
seumur hidup, namun batas batas nyata kemungkinan pendidikan pada manusia
dimulai sejak manusia tersebut memiliki kesiapan dalam berinteraksi
edukatif
hingga mencapai kedewasaan yang dilalui
dengan proses kematangan.
dengan proses kematangan.
2.2 Batas-batas Kemungkinan Pendidikan
Dalam menentukan batas batas pendidikan manusia akan mengalami persoalan,
mereka akan menemui beberapa pertanyaan tentang kapan pendidikan
dimulai dan bila mana pendidikan akan berakhirDan juga pernah kita temukan satu
istilah dalam bahasa inggris yang menyatakan : "Long Live Education” yang
artinya “Pendidikan Seumur Hidup”.
Dari pernyataan pernyatan
tersebut tergambarkan jelas bahwa pendidikan akan dimulai segera setelah anak
lahir dan akan berlangsung terus sampai manusia meninggal dunia, sepanjang ia
mampu menerima pengaruh-pengaruh. Oleh karena itu pendidikan akan berlangsung
seumur hidup.
Namun dalam mengalami proses pendidikan menusia akan mendapatkan pendidikan dimana akan terdapat pembatasan nyata dari proses pendidikan dalam jangka waktu tertentu. [1]
1. Kapan pendidikan itu dimulai ?
Pendidikan dimulai dengan pemeliharaan yang merupakan persiapan ke arah pendidikan nyata, yaitu pada minggu dan bulan pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru terjadi kemudian. Pendidikan dalam bentuk pemeliharaan adalah bersifat murni, sebab pada pendidikan murni diperlukan adanya kesadaran mental dari si terdidik.
Dari segi psikologis usia 3 – 4
tahun dikenal sebagai masa berkembang atau masa krisis, dari segi pendidikan
justru pada masa itu terbuka peluang ketidak patuhan yang sekaligus merupakan
landasan untuk menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya. Disini pulalah mulai
terbuka penyelenggaraan pendidikan artinya sentuhan-sentuhan pendidikan untuk
menumbuh kembangkan motivasi anak dalam perilakunya ke arah tujuan pendidikan.
2. Bilamana pendidikan itu berakhir ?
Sebagaimana sulitnya menetapkan kapan sesungguhnya pendidikan anak berlangsung untuk pertama kalinya, begitu pulalah sulitnya menentukan kapan pendidikan itu berlangsung untuk terakhir kalinya.
Sehubungan dengan itu, perlu
suatu kehati-hatian kalau juga ingin mengatakan bahwa sepanjang tatanan yang
berlaku, proses pendidikan itu mempunyai titik akhir yang bersifat alamiah.
Titik akhir bersifat prinsipel dan tercapai bila seseorang manusia muda
itu dapat berdiri sendiri dan secara mantap mengembangkan serta melaksanakan
rencana sesuai pandangan hidupnya.
Pada kondisi yang disebutkan di
atas pendidikan sudah tidak menjadi masalah lagi, ia telah dapat mendidik
dirinya sendiri, tetapi tidaklah dapat disangkal bahwa mungkin juga diperlukan
untuk tetap menerima ajaran dalam bidang-bidang tertentu dalam memajukan
kehidupanya, bantuan pendidikan yang demikian itu disebut pembentukan manusia
dewasa.
Adapun
secara umum yang disebut manusia dewasa adalah :
1. Manusia mandiri
Dapat hidup sendiri, mengambil
keputusan sendiri tanpa menggantungkan diri kepada orang lain.
2. Manusia yang bertanggung jawab
Manusia yang dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatannya
dan dapat dimintai pertanggung jawaban dari perbuatannya.
3. Manusia yang mampu memahami dan melakukan norma serta moral dalam kehidupan
Maka dari itu, manusia dewasa
akan lebih dapat mendidik dirinya sendiri dibandingkan orang lain, namun dalam
keadaan tertentu manusia dewasa juga akan membutuhkan didikan dari orang lain.
2.3 Hasil Pendidikan
Hasil Pendidikan berupa perubahan sikap dan tingkah laku. Contohnya, penambahan
keterampilan, pengetahuan, cara bersosialisasi, menerapkan aturan, tata karma
dan nilai-nilai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar